Dalam hidup ada
kesenangan dan kesusahan yang datang silih berganti dari hari ke hari, Banyak
harapan dan mimpi yang ingin sekali terwujud dalam dunia nyata, namun terkadang
semua itu semu. Segala hal yang kita perbuat hanya untuk bertahan dalam
kehidupan dunia tanpa melupakan keabadian akhirat yang terkadang memang sering
tersisihkan, Cinta hakiki pada Ilahi seakan tidak terlalu penting karena sibuk
memikirkan kebahagian diri dengan mengejar cinta fana sesama manusia. Hati
nurani yang selalu menyuarakan kebaikan lenyap terhalang bisikan - bisikan
penyesat dunia. Sepenting itukah nama dunia dalam kamus manusia???
Kata Bijak :
Biarkan Hatimu Bicara
Istafti qalbak, mintalah fatwa pada hatimu
Kebaikan adalah sesuatu yang membuat hatimu tenang dan keburukan adalah sesuatu yang membuat hatimu gelisah
Hati kita adalah sumber cahaya batiniah, inspirasi, kreativitas, dan belas kasih.
Seorang mukmin sejati, hatinya hidup, terjaga dan dilimpahi cahaya
Jika kata kata berasal dari hati, ia akan masuk ke dalam hati, jika ia keluar dari lisan maka ia hanya sampai telinga
Hati memiliki mata yang digunakan untuk menikmati pemandangan alam gaib, telinga untuk mendengar perkataan penghuni alam gaib dan Firman Tuhan, Hidung untuk mencium wewangian rohaniah dan mulut untuk merasakan cinta, manisnya keimanan serta lezatnya pengetahuan spiritual
Ketika mata hati terbuka, kita dapat melihat kenyataan yang tersembunyi di balik penampakan luar dunia ini.
Ketika telinga hati terbuka, kita mampu mendengar kebenaran yang tersembunyi di balik kata kata yang terucap.
Melalui hati yang terbuka, sistem saraf kita dapat menyesuaikan diri dengan sistem saraf orang lain, sehingga kita mengetahui apa yang mereka pikirkan dan bagaimana mereka akan bersikap
Ya Rabb.. saat ini hamba mencoba untuk kuat
Mencoba bangkit dan tersenyum kembali
Mencoba berdiri tegak seperti sebelumnya
Tapi hamba masih lemah
Hamba masih sangat begitu kehilangan dia
Air mata hamba masih sering menetes bila mengingatnya
Rabb.. Kau paling tau seberapa penting dia untuk hamba
Seberat apa perjuangan kami untuk bersama
Seberapa besar keinginan kami untuk saling memiliki seutuhnya
Tapi ternyata Kau lebih menyayanginya
Hingga Kau mengambilnya dari hamba untuk selamanya
Sebelum sempat kami bersatu dalam janji pernikahan
Rabb.. hamba tau Kau yang paling kuasa atas makhlukMu
Hamba sadar semua makhluk pasti akan berpulang padaMu
Hamba terus mencoba ikhlas dengan segala ketentuanMu
Tapi masih bolehkah hamba meminta padaMu
Pertemukanlah hamba dengannya nanti disisiMu
Wujudkan harapan kami di akhiratMu yg tak sempat terlaksana di duniaMu
22 tahun langkah menapaki bumi Berteduh dalam naungan langit tak bertiang Menusuri peta perjalanan hidup penuh arti Menggali serpihan kebaikan tuk bekal pulang
22 tahun bernafas dalam karunia udara Menikmati pagi dalam balutan cahaya mentari Merasakan sentuhan lembut malam purnama Bergelimang kasih ilahi seiring hari
22 tahun berkurang catatan usia Dalam keelokan manis-getirnya ragam cerita Merubah tubuh kecil menjadi dewasa Mendorong jiwa lebih mendekat kepadaNya
Bulan suci terindah dalam kurun periode bumi Diawali dengan kelapangan antar sesama hamba Diakhiri oleh kefitrahan seorang makhluk ciptaanNya Membebaskan hati dari belenggu yang sering mengotori
Bulan berlipat gandanya segala pahala Menjadikan senilai tasbih tarikan nafas di udara Memotivasi insan untuk berlomba dalam kebaikan Mengejar keridhoan ilahi dengan peningkatan keimanan
Bulan turunnya wahyu Qur'an pertama Mengajak diri kembali mengkaji isi surat cintaNya Menikmati lapar dahaga dalam lingkup istimewa jamuan Allah Merasakan indahnya suasana kebersamaan dalam ibadah
Hari ini, hatiku bosan dengan kebiasaan Bosan seketika dengan keseharian Seakan ingin menjauh dari jalinan keramaian Menjauh menepi dalam kesendirian
Saat ini, aku hanya butuh ketenangan Berehat sejenak menjernihkan pikiran Menggali apa yang diri inginkan Mencari jawaban atas serumpun pertanyaan
Detik ini, akalku merindukan kepastian Merindukan kebahagiaan tanpa titik kebohongan Seakan ingin kembali kepada cinta abadiNya Cinta yang tak pernah meninggalkanku selamanya